Langkah Paling baik Memperoleh Jodoh Yaitu Melakukan perbaikan Diri serta Bersabar, Saya Membuktikannya


Saya seseorang wanita berumur 23 th., masih tetap muda kata orang, namun saya berani mengambil keputusan untuk menikah. kata orang di zaman saat ini, umur 23 masih tetap terlampau muda serta masih tetap anak-anak. Namun saya tak perduli, lantaran kedewasaan bukanlah diukur dari berapakah banyak umur. Kedewasaan dipandang dari langkah berlaku waktu hadapi permasalahan serta berperilaku. 

Takdir Allah Buka Mata Saya 

Pada awal mulanya saya pernah alami “Fase Pacaran” sampai 6 th. lamanya, serta itu yaitu perbuatan yang sangatlah saya sesali hingga saat ini. Mengapa? Lantaran bukanlah dengan orang sebagai suamiku saat ini, pria itu yaitu orang lain yang saat ini berasumsi saya juga sebagai musuhnya. Memanglah, masalah jodoh, Allah yang mengatur, sekuat apa pun manusia merencanakan serta berkemauan, bila Allah tak berkehendak seluruhnya mustahil berlangsung. 

Dari pertama keluargaku memanglah menentang jalinan ini, argumennya cuma mereka yang tahu. Hingga puncaknya orang tuaku berkata " Bila anda terus pilih dia serta menikah, ayah akan tidak berasumsi anda juga sebagai anak, anda mesti pergi dari rumah ini, ”. Hancur hati saya mendengar perkataan ayah, semarah itukah orang tuaku? 

Kemudian saya berani memutuskan, tidak tega saya bikin orang tuaku kecewa, serta saya berjanji bakal jadi anak yang berbakti pada mereka. Saya memikirkan, juga sebagai anak pertama serta terbesar sepatutnya saya berikan misal pada adik-adikku. 

Sesudah peristiwa itu, sehari-hari sang “mantan pacar” meneror saya serta keluarga, hingga dia mendoakan keburukan untuk keluarga kami terlebih untuk Ayah, lantaran dia dendam cintanya tak disetujui. 

Sistem Pencarian serta Kekosongan Hati 

Seiring berjalannya waktu, saya mau jadi tambah baik serta mencari pengganti. Sepanjang sistem pencarian jati diri serta calon suami, banyak laki-laki yang mendekatiku. Saya tentukan salah satu diantara mereka, nyatanya saya dikecewakan serta digunakan. Dia jemu setiap saat saya menyinggung perihal pernikahan. Nyatanya dia belum siap menikah, yang dimimpikan dia memiliki rumah sendiri saat sebelum menikah. Serta saya tahu pekerjaan juga dia tidak mempunyai. 

Saya terus buka hati serta diri untuk yang lain, s/d lelaki paling akhir yang saya kenal yakni “Mantan Cinta Monyet”. Belum jodoh, jalinan kami selesai sama mengecewakannya dengan jalinan pada awal mulanya. 

Ada rasa putus harapan dalam dada, siapa yang bakal jadi suamiku nantinya? Sedang rekan lelaki yang saya kenal seluruhnya mengecewakan. Mungkin saja ini jalan Allah untukku, saat sebelum saya temukan orang yang pas saya mesti bersua dengan orang yang salah supaya saya dapat belajar dari perjalanan hidup ini. Alhamdulillah doaku terkabul sesuai sama hasratku. 

Manisnya Buah Kesabaran 

Teringat pesan rekan, bila mempunyai hasrat menikah tentukan dalam hati serta banyak berdoa. Mulai sejak waktu itu saya berdoa serta meneguhkan kemauan. Saya mau menikah di umur 23 th., serta saya mau menikah th. depan (2015). 

Tepatnya Idul Fitri th. 2014 tempo hari, Allah mempertemukan saya dengan orang sebagai suamiku saat ini. Pertemuan yang singkat namun berarti, beberapa orang yang mendoakanku supaya berjodoh dengan dia (suamiku), dari mulai tetangga, saudara, kakek nenek, serta rekan-rekan. Benar apa kata hadis Rasulullah, rida nya orangtua yaitu rida Allah. 

Demikian lancar kemauan baik kami, 3 bln. perjumpaan dia serta keluarganya datang melamarku. 9 bln. dari perjumpaan, kami mengambil keputusan untuk menikah. Belum satu tahun kenal memanglah, kami mantap untuk memutuskan ini. 

Idul Fitri Th. ini, 1 Syawal 1436 H saya tentukan juga sebagai hari bersejarah kami untuk 1 th. pertemuan kami. 

Untuk Anda yang sekarang ini masih tetap menunggu jodoh paling baik, percayalah, dia akan tiba. Bila kita memantaskan diri serta bersabar, Allah bakal memberi orang yang paling baik untuk kita. Jadilah anak yang berbakti serta taat pada ke-2 orangtua, lantaran bila hati mereka suka banyak kebaikan untuk kita otomatis. 

Mudah-mudahan cerita ini berikan ide serta motivasi untuk beberapa pembaca Vemale.
Share on Google Plus

About kakak idar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.